Riset USU-UKM Ungkap Masyarakat Belum Siap Hadapi Banjir

Ismail
Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia, memaparkan hasil observasi awal mengenai kerentanan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir dalam forum kolaborasi riset Indonesia-Malaysia di Medan, Jumat (31/7/2026). Foto: Istimewa

Sementara itu, dosen Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr. Nor Diana Mohd. Idris, menjelaskan penelitian menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) untuk mengukur tingkat kerentanan rumah tangga dalam menghadapi banjir maupun perubahan iklim.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mengukur tingkat kerentanan, tetapi juga mengidentifikasi faktor penyebabnya sehingga kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar mengetahui masyarakat rentan atau tidak, tetapi memahami mengapa mereka rentan sehingga kita dapat menyusun intervensi yang tepat sasaran," ujarnya.

Ia menegaskan setiap rekomendasi harus dibangun berdasarkan bukti ilmiah, bukan asumsi semata.

"Kita tidak boleh membuat intervensi hanya berdasarkan persepsi. Setelah tingkat kerentanan diukur melalui data kuantitatif, peneliti harus kembali berdiskusi dengan masyarakat untuk memastikan hasil pengukuran benar-benar menggambarkan kondisi yang mereka alami," katanya.

Melalui kolaborasi ini, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan banjir.

Editor : Ismail

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network