Selain mengamankan puluhan orang positif narkoba, petugas juga menyita barang bukti berupa pil yang diduga ekstasi, baik yang ditemukan di lantai maupun di dalam botol air mineral di atas meja.
Ketegangan memuncak saat tim gabungan hendak meninggalkan lokasi. Pemilik tempat hiburan bersama keluarga dan pengurusnya diduga memprovokasi massa hingga akhirnya ratusan orang mengadang kendaraan petugas.
Situasi berubah menjadi anarkis dengan adanya aksi pelemparan ke arah kendaraan petugas.
"Dalih mereka menanyakan surat tugas, padahal sudah ditunjukkan. Karena terprovokasi, massa melakukan tindakan anarkis," tegasnya.
Akibat kejadian ini, petugas mengamankan enam orang, namun empat di antaranya kini resmi ditahan karena terlibat langsung dalam penyerangan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
