Meski demikian, dinamika di tengah masyarakat membuat berbagai upaya penyelesaian terus dilakukan. Dinkes menyebut mediasi telah digelar dengan melibatkan pengelola SPPG, pemerintah kelurahan hingga warga sekitar.
“Pengelola juga menyatakan siap membantu penyediaan septic tank untuk pengelolaan limbah warga dan melakukan penyesuaian tata ruang fasilitas agar lebih sesuai dengan kondisi lingkungan,” katanya.
Namun berbagai upaya tersebut belum mampu menghasilkan kesepakatan.
Karena solusi teknis tak kunjung menemukan titik temu, pengelola akhirnya memilih memindahkan lokasi operasional.
“Keputusan relokasi diambil karena belum tercapai kesepahaman dengan warga. Selain itu bangunan yang digunakan juga berstatus sewa. Langkah ini dilakukan agar kondusivitas lingkungan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
