Perkembangan teknologi kesehatan juga telah mengubah tata laksana stroke dan penyakit neurovaskular dalam beberapa tahun terakhir. Selain terapi obat, kini tersedia berbagai prosedur neurointervensi yang memungkinkan dokter menangani penyumbatan maupun kelainan pembuluh darah otak dengan teknik minimal invasif.
Kemajuan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam forum ilmiah yang digelar Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. Forum tersebut menghadirkan sejumlah pakar nasional dan internasional untuk membahas perkembangan terbaru dalam penanganan stroke dan penyakit neurovaskular.
Salah satu pembicara internasional, Naoto Kimura, M.D., Ph.D., Hospital Director Nansho Hospital Jepang, memaparkan perkembangan terapi endovaskular untuk aneurisma otak. Teknik ini memungkinkan penanganan kelainan pembuluh darah otak dilakukan melalui akses pembuluh darah tanpa operasi terbuka, sehingga risiko komplikasi dan masa pemulihan pasien dapat ditekan.
Sementara itu, sejumlah pakar nasional membahas berbagai aspek penanganan penyakit saraf, mulai dari tata laksana stroke komprehensif, deteksi dini tumor otak dan tulang belakang, hingga pentingnya pemeriksaan radiologi dalam menentukan diagnosis dan terapi yang tepat.
Sebagai salah satu pusat layanan stroke dan neurovaskular di Sumatera, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan saat ini menerima rujukan pasien dari berbagai daerah. Kehadiran layanan neurointervensi modern memungkinkan sejumlah kasus neurologi kompleks ditangani di Medan tanpa harus dirujuk ke luar provinsi maupun luar negeri.
Rumah sakit tersebut juga baru meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization, menjadikannya rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut. Sertifikasi ini menunjukkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadirkan layanan stroke komprehensif, mulai dari diagnosis cepat, tindakan neurointervensi, hingga rehabilitasi yang terintegrasi.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
