Meski pelayanan digital Pemko Medan sudah baik, ia menekankan pentingnya sosialisasi yang masif agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
"Jangan sampai semangat digitalisasi ini hanya ada di kalangan ASN, sementara di masyarakat masih lemah. Contohnya saat pendaftaran mudik gratis kemarin, masih banyak masyarakat yang tidak terlayani dengan baik," tambahnya.
Menuju Smart City yang ideal, Rafriandi menekankan perlunya dukungan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
- Infrastruktur: Memastikan aksesibilitas internet publik (Wi-Fi) tidak lambat.
- SDM: Memperbanyak tenaga ahli digital.
- Insentif: Menyediakan dana insentif bagi pos pelayanan digital tingkat kelurahan untuk memotivasi kinerja ASN.
Jika seluruh aspek siap, Wali Kota akan lebih mudah mengontrol kinerja jajaran serta memantau masyarakat yang belum terlayani secara maksimal. Masalah di lapangan pun dapat ditangani secara langsung dan cepat.
"Terakhir, kesejahteraan dan kesehatan team leader digital harus diperhatikan, termasuk penyusunan Perda untuk memperkuat landasan hukum pelayanan tersebut," tegasnya.
Selain pelayanan publik, digitalisasi diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Rafriandi, Smart City harus mampu memperluas cakupan pasar, konektivitas, lingkungan, dan ekonomi perkotaan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
