Saat ini, sebanyak 101 unit hunian sementara telah dibangun dan ditempati warga. Meski demikian, Amril berharap bantuan tidak berhenti hanya pada pembangunan fisik.
“Kami bersyukur masih ada yang datang membantu. Harapan kami desa ini cepat pulih, masyarakat bisa maju dan tidak terus bergantung pada bantuan,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudistira, memberikan keterangan kepada wartawan di sela kegiatan edukasi gizi dan trauma healing bagi warga terdampak banjir di Gampong Batang Ara, Aceh Tamiang, Minggu (26/4). Foto: Ismail/inews Medan.id)
Sementara itu, Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Sekerak, Ersad menyebut kondisi kesehatan masyarakat belum mengalami perubahan signifikan. “Kalau dibilang pulih, masih jauh dari harapan,” katanya.
Menurutnya, memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih menjadi masalah utama karena kualitas air di wilayah tersebut memburuk.
“Yang paling mendesak sekarang saringan atau alat penjernih air. Kalau musim kemarau, air di sini jelek,” ujarnya.
Selain itu, fasilitas kesehatan untuk ibu hamil juga sangat terbatas. Sejumlah alat kesehatan rusak saat banjir.
“Angka kehamilan sekarang meningkat. Alat-alat untuk ibu hamil banyak yang rusak kena banjir. Yang dibutuhkan seperti doppler dan USG untuk layanan primer,” katanya.
Meski demikian, layanan posyandu, imunisasi, kelas ibu balita dan ibu hamil disebut mulai kembali berjalan normal.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
