Amira juga menyoroti masih banyak masyarakat yang menganggap sepele kondisi seperti keloid atau bekas luka berlebih. Padahal, jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berdampak pada kenyamanan hingga menurunkan kepercayaan diri.
“Keloid dan parut hipertrofik sering dianggap hanya masalah penampilan, padahal bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Sementara itu, Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, mengatakan meningkatnya minat terhadap bedah plastik menunjukkan adanya perubahan persepsi masyarakat yang kini lebih peduli terhadap kualitas hidup.
“Permintaan terhadap layanan ini terus meningkat, baik untuk rekonstruksi maupun estetika. Namun yang terpenting adalah memastikan setiap prosedur dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi dan dalam pengawasan medis yang tepat,” ujar Mada.
Ia menambahkan, masyarakat kini tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan dengan teknik modern, karena sejumlah rumah sakit di dalam negeri sudah mampu menghadirkan prosedur dengan standar internasional.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
