MEDAN, iNewsMedan.id- Aktivitas warga Kota Medan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari mendorong meningkatnya kebutuhan layanan transportasi yang fleksibel dan mudah diakses.
Mobilitas tidak lagi hanya berkutat pada perjalanan kerja, tetapi juga mencakup aktivitas sosial, keluarga, hingga hiburan di berbagai titik kota.
Di tengah dinamika tersebut, tantangan transportasi perkotaan masih dirasakan, mulai dari kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama hingga kebutuhan perjalanan menuju kawasan penyangga kota, termasuk Bandara Kualanamu yang menjadi salah satu simpul mobilitas penting masyarakat.
Sejumlah penyedia layanan transportasi, termasuk Bluebird, mengembangkan pendekatan layanan multimoda untuk menjawab kebutuhan tersebut. Layanan yang ditawarkan mencakup taksi reguler, sewa kendaraan, hingga bus untuk kebutuhan rombongan dan korporasi.
Kepala Pool Bluebird Group Medan, Deny Nurhadi, mengatakan pihaknya memperluas akses layanan di sejumlah titik strategis di kota.
“Kami memastikan layanan Bluebird dapat dijangkau lebih mudah di berbagai titik, mulai dari kawasan residensial, pusat perbelanjaan, hingga bandara, termasuk penguatan layanan di Kualanamu,” ujarnya dalam media gathering bersama sejumlah jurnalis di Medan, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan, peningkatan layanan juga dilakukan melalui pembaruan armada serta peningkatan kompetensi pengemudi.
“Kami juga terus menjaga standar operasional melalui peremajaan armada dan pelatihan pengemudi secara berkala,” kata Deny.
Di sisi lain, perubahan pola konsumsi layanan transportasi juga dipengaruhi oleh digitalisasi. Penggunaan aplikasi pemesanan kendaraan dengan fitur tarif pasti (fixed price) semakin meningkat, terutama untuk perjalanan dari kawasan permukiman.
Dalam catatan perusahaan, fitur tersebut menyumbang hampir separuh transaksi di Medan pada kuartal pertama 2026, yang menunjukkan kecenderungan pengguna terhadap kepastian biaya sebelum perjalanan.
Head of Communications & Community PT Blue Bird Tbk, Sekar Adisty, menyebut layanan transportasi kini tidak hanya soal perpindahan orang, tetapi juga pengalaman perjalanan.
“Mobilitas bukan sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi bagaimana menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan dengan mitra pengemudi sebagai bagian dari ekosistem layanan.
“Kami juga membangun hubungan yang kuat dengan mitra pengemudi sebagai garda terdepan layanan kepada pelanggan,” kata Adisty.
Selain penguatan layanan berbasis aplikasi, perusahaan juga mulai memperkenalkan kendaraan listrik secara bertahap sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan emisi di sektor transportasi perkotaan.
Di sisi layanan pendukung, fasilitas tunggu di kawasan transportasi utama serta solusi mobilitas korporasi seperti layanan kontrak dan antar-jemput karyawan turut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang semakin beragam di Medan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
