MEDAN, iNewsMedan.id- Potensi besar justru belum tergarap. DPRD Sumatera Utara menyoroti minimnya kontribusi aset daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski nilainya tembus puluhan triliun rupiah.
Ketua Pansus Aset DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar, menegaskan, optimalisasi pengelolaan aset harus menjadi agenda mendesak jika Pemprov Sumut ingin keluar dari ketergantungan fiskal.
“Nilai aset Pemprovsu lebih dari Rp22 triliun, tersebar dalam jutaan unit. Tapi kontribusinya ke PAD baru sekitar 2 persen. Ini timpang,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Data per 31 Maret 2026 mencatat total nilai perolehan aset mencapai Rp36,49 triliun, dengan nilai buku setelah penyusutan sebesar Rp22,82 triliun. Aset tersebut meliputi tanah, gedung, jalan, irigasi, jembatan hingga infrastruktur lainnya.
Menurut Abdul Rahim, rendahnya sumbangan ke PAD menjadi indikator kuat banyak aset yang belum produktif—bahkan “tidur”. Persoalan klasik masih mendominasi: status hukum belum jelas, belum bersertifikat, hingga praktik pemanfaatan yang jauh dari nilai pasar.
“Masih ada aset disewakan di bawah harga wajar, ada yang tidak dimanfaatkan sama sekali. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi potensi kerugian daerah,” tegasnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
