4. Alokasikan Pos "Angpao" dan Biaya Mudik
Tradisi memberikan amplop hari raya atau angpao serta biaya operasional mudik memerlukan pos anggaran tersendiri. Tentukan batas maksimal untuk kebutuhan ini agar tidak mengganggu dana darurat atau gaji bulan berikutnya. Literasi keuangan yang bijak mengajarkan kita untuk berbagi sesuai kemampuan, bukan atas dasar tuntutan gengsi.
5. Disiplin Membagi Dana THR
Apabila Tunjangan Hari Raya (THR) cair di fase ini, disiplinlah dalam pembagiannya. Gunakan rumus sederhana: 50% untuk kebutuhan Lebaran, 30% untuk pelunasan utang/cicilan, dan 20% sisanya untuk tabungan atau investasi. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga ketahanan finansial jangka panjang setelah momentum perayaan berakhir.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, masyarakat diharapkan dapat menjalani sisa Ramadan dengan tenang dan menyambut hari kemenangan dengan kondisi finansial yang tetap sehat dan tangguh.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
