MEDAN, iNewsMedan.id - Memasuki hari kesebelas Ramadan 1447 H pada Minggu (1/3/2026), masyarakat mulai beranjak ke fase sepuluh hari kedua yang sering disebut sebagai fase ampunan (maghfirah). Namun, secara finansial, fase ini justru menjadi masa krusial karena pengeluaran biasanya mulai melonjak tajam seiring persiapan menyambut Idulfitri.
Agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil dan tidak mengalami "kanker" (kantong kering) setelah Lebaran usai, berikut adalah tips menjaga kesehatan dompet di pertengahan Ramadan:
1. Evaluasi dan Rem Pengeluaran "Bukber"
Sepuluh hari pertama biasanya dipenuhi dengan berbagai agenda buka puasa bersama (bukber). Memasuki fase kedua, saatnya Anda melakukan evaluasi. Mulailah membatasi frekuensi makan di luar yang cenderung lebih mahal. Mengalihkan kegiatan berbuka di rumah tidak hanya lebih hemat, tetapi juga memastikan asupan nutrisi lebih terjaga untuk stamina ibadah.
2. Hitung dan Sisihkan Zakat Lebih Awal
Zakat adalah kewajiban yang harus diprioritaskan. Dengan menghitung dan menyisihkan dana Zakat Fitrah maupun Zakat Maal di fase ini, Anda memastikan hak kaum dhuafa terpenuhi sebelum dana tersebut habis terpakai untuk keperluan konsumtif. Di Medan, pastikan besaran zakat mengikuti standar harga beras lokal atau ketetapan lembaga zakat resmi.
3. Belanja Kebutuhan Lebaran Secara Bertahap
Jangan menunggu hingga H-7 Lebaran untuk berbelanja kebutuhan pokok atau pakaian. Biasanya, harga barang di pasar-pasar tradisional Medan akan merangkak naik drastis mendekati hari raya. Membeli kebutuhan secara bertahap sejak sekarang membantu Anda mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan terhindar dari perilaku panic buying.
4. Alokasikan Pos "Angpao" dan Biaya Mudik
Tradisi memberikan amplop hari raya atau angpao serta biaya operasional mudik memerlukan pos anggaran tersendiri. Tentukan batas maksimal untuk kebutuhan ini agar tidak mengganggu dana darurat atau gaji bulan berikutnya. Literasi keuangan yang bijak mengajarkan kita untuk berbagi sesuai kemampuan, bukan atas dasar tuntutan gengsi.
5. Disiplin Membagi Dana THR
Apabila Tunjangan Hari Raya (THR) cair di fase ini, disiplinlah dalam pembagiannya. Gunakan rumus sederhana: 50% untuk kebutuhan Lebaran, 30% untuk pelunasan utang/cicilan, dan 20% sisanya untuk tabungan atau investasi. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga ketahanan finansial jangka panjang setelah momentum perayaan berakhir.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, masyarakat diharapkan dapat menjalani sisa Ramadan dengan tenang dan menyambut hari kemenangan dengan kondisi finansial yang tetap sehat dan tangguh.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
