3. Tetapkan Target Spiritual Pribadi
Buatlah target kecil yang ingin dicapai setiap malamnya. Misalnya, fokus pada penghayatan bacaan imam atau menargetkan diri untuk tidak melewatkan satu malam pun tanpa berjamaah. Memiliki target pribadi memberikan rasa pencapaian (sense of accomplishment) yang membuat seseorang lebih bersemangat untuk berangkat ke masjid.
4. Bangun Komitmen Bersama Teman atau Keluarga
Manusia cenderung lebih konsisten jika memiliki kelompok pendukung. Ajaklah teman, tetangga, atau anggota keluarga untuk berangkat tarawih bersama. Komitmen untuk saling menjemput atau bertemu di masjid akan menciptakan rasa tanggung jawab sosial yang membantu mengalahkan rasa malas.
5. Ingat Keutamaan Fase Pengampunan
Secara spiritual, pekan kedua Ramadan sering disebut sebagai fase Maghfirah atau pengampunan. Menyadari bahwa setiap rakaat yang dijalani membawa peluang dihapuskannya dosa-dosa masa lalu dapat menjadi motivasi batin yang kuat. Mengingat bahwa Ramadan hanya datang sebulan dalam setahun akan membantu kita menghargai setiap malam yang tersisa.
Kesimpulan:
Menjaga konsistensi ibadah adalah tantangan terbesar di pertengahan Ramadan. Dengan kombinasi pengaturan fisik yang tepat dan motivasi batin yang kuat, semangat tarawih dapat terus terjaga hingga malam kemenangan tiba.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
