Semangat Tarawih Mulai Kendur? Simak 5 Tips Agar Tetap Konsisten Hingga Akhir Ramadan

Jafar Sembiring
Ilustrasi. Foto: Istimewa/AI

MEDAN, iNewsMedan.id - Memasuki pekan kedua Ramadan, fenomena "kemajuan" saf di masjid-masjid sering kali menjadi pemandangan yang umum. Setelah antusiasme yang meluap pada malam-malam awal, rasa lelah fisik dan kejenuhan rutinitas biasanya mulai menguji konsistensi jamaah dalam melaksanakan salat tarawih.

Agar ibadah tetap terjaga dan tidak kendor di tengah jalan, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:

1. Atur Porsi Makan Saat Berbuka

Musuh terbesar saat salat tarawih adalah rasa kantuk dan tubuh yang terasa berat. Hal ini biasanya disebabkan oleh porsi makan yang berlebihan saat berbuka puasa. Cobalah untuk berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu dan tunda makan besar hingga setelah salat tarawih. Perut yang tidak terlalu penuh akan membuat tubuh lebih lincah dan konsentrasi tetap terjaga selama salat.

2. Variasi Lokasi Beribadah

Rasa jenuh bisa muncul jika kita terus-menerus beribadah di lingkungan yang sama. Mencoba salat tarawih di masjid yang berbeda dapat memberikan suasana baru. Mendengar lantunan ayat suci dari imam yang berbeda atau merasakan atmosfer arsitektur masjid yang unik dapat memicu kembali antusiasme yang sempat menurun.

3. Tetapkan Target Spiritual Pribadi

Buatlah target kecil yang ingin dicapai setiap malamnya. Misalnya, fokus pada penghayatan bacaan imam atau menargetkan diri untuk tidak melewatkan satu malam pun tanpa berjamaah. Memiliki target pribadi memberikan rasa pencapaian (sense of accomplishment) yang membuat seseorang lebih bersemangat untuk berangkat ke masjid.

4. Bangun Komitmen Bersama Teman atau Keluarga

Manusia cenderung lebih konsisten jika memiliki kelompok pendukung. Ajaklah teman, tetangga, atau anggota keluarga untuk berangkat tarawih bersama. Komitmen untuk saling menjemput atau bertemu di masjid akan menciptakan rasa tanggung jawab sosial yang membantu mengalahkan rasa malas.

5. Ingat Keutamaan Fase Pengampunan

Secara spiritual, pekan kedua Ramadan sering disebut sebagai fase Maghfirah atau pengampunan. Menyadari bahwa setiap rakaat yang dijalani membawa peluang dihapuskannya dosa-dosa masa lalu dapat menjadi motivasi batin yang kuat. Mengingat bahwa Ramadan hanya datang sebulan dalam setahun akan membantu kita menghargai setiap malam yang tersisa.

Kesimpulan:

Menjaga konsistensi ibadah adalah tantangan terbesar di pertengahan Ramadan. Dengan kombinasi pengaturan fisik yang tepat dan motivasi batin yang kuat, semangat tarawih dapat terus terjaga hingga malam kemenangan tiba.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network