Ia juga menyoroti pentingnya konten yang bersifat humanis dalam promosi digital. Menurutnya, pendekatan storytelling lebih efektif membangun kedekatan dengan konsumen dibandingkan promosi yang terlalu formal atau kaku.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Muda BRIN, Farly Shabahul Khairi, S.Stat., M.M., mengatakan sebagian besar UMKM masih menghadapi tantangan dalam aspek produksi dan pengemasan.
“Masih banyak produk yang dikemas secara sederhana sehingga daya tahannya rendah dan sulit bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
BRIN, lanjutnya, berupaya mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan riset dan inovasi, termasuk peningkatan kualitas kemasan serta diversifikasi produk. Digitalisasi pemasaran juga menjadi fokus agar pelaku usaha tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya analisis pasar, inovasi, serta pemilihan kanal promosi yang tepat sebagai strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
