Bagi orang tua, proses di balik proyek ini justru jadi nilai utama. Jimmy Ujung, ayah Phildarren, menyebut anaknya belajar banyak dari proses mencoba dan mengulang. “Yang kami tekankan bukan hasil sempurna, tapi keberanian bereksperimen dan belajar dari kegagalan,” katanya.
Kolaborasi dengan ALMI juga memberi warna baru lewat sesi Scientist Goes to School bertema “Vaccines & Vaccination: Facts and Myths”. Dalam sesi ini, siswa diajak membedah isu vaksin secara kritis, membedakan fakta ilmiah dan mitos yang sering beredar di media sosial.
Perwakilan ALMI, Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, M.A, menyebut pendidikan STEAM penting untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, mengenalkan budaya ilmiah sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
Keseruan STEAM Expo 2026 belum berhenti di situ. Sampoerna Academy juga akan menggelar STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Jakarta, yang terbuka untuk siswa dari berbagai sekolah. Ajang ini diharapkan jadi wadah lahirnya ide-ide baru yang diuji langsung lewat pengalaman nyata.
Lewat STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy ingin menunjukkan bahwa belajar bisa fun, relevan, dan berdampak. Bukan cuma mencetak siswa pintar, tapi generasi yang kreatif, kritis, dan siap menciptakan solusi untuk masa depan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
