MEDAN, iNewsMedan.id – Belajar sains dan teknologi kini tak lagi kaku dan membosankan. Lewat STEAM Expo 2026 bertajuk Inventing Tomorrow, ratusan siswa Sampoerna Academy unjuk ide, eksperimen, dan inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Digelar serentak di seluruh kampus pada 30–31 Januari 2026, ajang ini jadi bukti kalau generasi muda bisa jadi problem solver sejak dini.
Tahun ini, vibe-nya makin seru karena Sampoerna Academy menggandeng Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Kolaborasi ini membuat STEAM Expo tak cuma jadi ajang pamer karya, tapi juga ruang eksplorasi ide-ide segar yang lahir langsung dari keresahan dan rasa ingin tahu para siswa.
Principal Sampoerna Academy Citra Medan, Kelly M. Wailes, menegaskan bahwa dunia yang terus berubah butuh anak-anak muda yang berani ambil peran. “Siswa tidak cukup hanya paham teori. Mereka perlu mengalami sendiri proses mencoba, gagal, lalu memperbaiki. Dari situlah pola pikir inovatif terbentuk,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Di STEAM Expo, siswa diberi kebebasan mengembangkan ide berdasarkan proyek nyata. Mulai dari isu keselamatan, teknologi, sampai lingkungan, semuanya dikemas dengan pendekatan kreatif khas anak muda. Tahun ini, total ada 707 proyek STEAM yang dipamerkan, termasuk 183 karya dari siswa Medan.
Beberapa karya langsung mencuri perhatian. Salah satunya The Anti-Sleep Alarm buatan Nalin Baghel, siswa kelas 8, yang dirancang untuk membantu mencegah kecelakaan akibat kantuk saat berkendara. Ada juga Smart Irrigation System karya Phildarren Dominic Woo, siswa kelas 6, berupa sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah.
Bagi orang tua, proses di balik proyek ini justru jadi nilai utama. Jimmy Ujung, ayah Phildarren, menyebut anaknya belajar banyak dari proses mencoba dan mengulang. “Yang kami tekankan bukan hasil sempurna, tapi keberanian bereksperimen dan belajar dari kegagalan,” katanya.
Kolaborasi dengan ALMI juga memberi warna baru lewat sesi Scientist Goes to School bertema “Vaccines & Vaccination: Facts and Myths”. Dalam sesi ini, siswa diajak membedah isu vaksin secara kritis, membedakan fakta ilmiah dan mitos yang sering beredar di media sosial.
Perwakilan ALMI, Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, M.A, menyebut pendidikan STEAM penting untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, mengenalkan budaya ilmiah sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
Keseruan STEAM Expo 2026 belum berhenti di situ. Sampoerna Academy juga akan menggelar STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Jakarta, yang terbuka untuk siswa dari berbagai sekolah. Ajang ini diharapkan jadi wadah lahirnya ide-ide baru yang diuji langsung lewat pengalaman nyata.
Lewat STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy ingin menunjukkan bahwa belajar bisa fun, relevan, dan berdampak. Bukan cuma mencetak siswa pintar, tapi generasi yang kreatif, kritis, dan siap menciptakan solusi untuk masa depan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
