Ancaman, menurut Baebi, terjadi hampir setiap hari. Ia mengklaim pernah mencoba mencari keadilan dan berbicara kepada sejumlah pihak, namun upaya tersebut justru berujung pada ancaman pembunuhan.
Aprillya juga membeberkan dugaan bentuk intimidasi lain, mulai dari sabotase kendaraan, pemadaman listrik rumah secara misterius, hingga dugaan penguntitan. Ancaman tersebut, katanya, bahkan turut menyasar orang-orang terdekatnya.
Ia menduga pelaku menggunakan pihak lain untuk melakukan teror dan intimidasi. Upaya pelaporan yang dilakukan pun, menurut pengakuannya, kerap menemui jalan buntu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan dari Aprillya Nabilla terkait perkembangan kasus tersebut. Sementara itu, warganet membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan, serta mendorong agar kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
