MEDAN, iNewsMedan.id -Kisah-kisah Bani Israil yang diabadikan Allah dalam Alquran sejatinya bukan sekadar pengantar tidur atau bacaan sejarah belaka, melainkan cermin besar agar manusia dan tidak terperosok dalam lubang yang sama.
Salah satu potret nyata rapuhnya iman mereka terlihat saat mereka menyaksikan mukjizat yang luar biasa dahsyat. Dengan mata kepala sendiri, mereka melihat laut terbelah dan Fir’aun beserta bala tentaranya tenggelam ditelan ombak, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 50 yang mengingatkan momen ketika Allah menyelamatkan mereka di bawah tatapan mata mereka sendiri.
Allah berfirman:
وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
“(Ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, lalu Kami menyelamatkanmu dan menenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedangkan kamu menyaksikan(-nya).” (QS Al-Baqarah [2]: 50).
Namun, keajaiban tersebut ternyata tidak otomatis menghujamkan ketundukan dalam sanubari mereka. Masalahnya terletak pada niat; fokus mereka hanyalah ingin lepas dari penindasan Firaun, bukan benar-benar ingin menghambakan diri kepada Allah.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
