MEDAN, iNewsMedan.id - Ustadz Najmi Umar Bakkar memaparkan hakikat perbandingan antara kenikmatan dunia dan kepedihan akhirat.
Ia menekankan bahwa segala bentuk rasa yang dialami manusia di dunia, baik itu kemewahan yang melimpah maupun penderitaan yang menyesakkan, akan sirna seketika saat seseorang menginjakkan kaki di alam akhirat.
Mengutip hadits sahih riwayat Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik, Ustadz Najmi menjelaskan sebuah gambaran besar tentang bagaimana ingatan manusia akan berubah drastis hanya dengan "satu celupan" di tempat kembali yang abadi.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيا مِنْ أَهْلِ النّارِ يَوْمَ الْقِيامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً. ثُمَّ يُقالُ : يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْراً قَطُّ ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطُّ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ
"Pada hari kiamat, akan dihadirkan penduduk dunia yang paling nikmat hidupnya namun ia termasuk penghuni neraka. Kemudian ia dicelupkan ke dalam neraka dengan satu kali celupan, lalu ditanyakan kepadanya: 'Wahai anak Adam! Apakah engkau pernah melihat suatu kebaikan (sebelum ini)? Apakah engkau pernah merasakan suatu kenikmatan (sebelum ini)?' Maka ia pun menjawab: 'Tidak pernah demi Allah, wahai Rabb!'"
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
