Lebih lanjut, secara bulanan (m-to-m), tercatat deflasi sebesar 0,42 persen, dengan komoditas penyumbang deflasi terbesar yakni cabai merah, tomat, kentang, cabai hijau, dan beras.
“Akan tetapi, pada periode yang sama, harga angkutan udara, ikan kembung, daging ayam ras, emas perhiasan, dan telur ayam ras justru menjadi penyumbang utama inflasi bulanan,” jelasnya.
Nantinya, seluruh delapan kabupaten/kota IHK di Sumut mengalami inflasi y-on-y. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 5,17 persen, sedangkan yang terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 2,34 persen.
"Adapun deflasi m-to-m terjadi di seluruh kabupaten/kota IHK, dengan deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Labuhanbatu," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
