Menanggapi gangguan layanan publik, Pemko Medan segera menggelar rapat koordinasi bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina untuk mengatasi masalah listrik dan suplai BBM.
Kata Rico Waas bahwa PLN melaporkan pemadaman terjadi karena lima gardu induk tergenang banjir. Pihak PLN memastikan bahwa seiring surutnya air di lokasi gardu, proses pemulihan sudah berlangsung dan aliran listrik akan menyala kembali secara bertahap di wilayah Medan Utara. Selain itu, kata wali kota bahwa Pertamina menjelaskan pasokan BBM sebenarnya aman, namun proses distribusi sempat tersendat.
"Kendala utama adalah cuaca buruk di pelabuhan dan kondisi banjir yang menghambat pengiriman truk tangki ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan panic buying agar distribusi dapat berjalan merata," ungkap Rico Waas.
Pemko Medan berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi korban, termasuk percepatan evakuasi dan distribusi logistik, khususnya bagi warga di kawasan Medan Utara: Marelan, Labuhan, dan sekitarnya.
"Pemerintah kota, PLN, dan Pertamina menyatakan bekerja semaksimal mungkin dan berkoordinasi erat agar layanan vital dan kondisi di seluruh wilayah Medan dapat kembali normal secepatnya," tegas wali kota.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
