MEDAN, iNewsMedan.id- Hingga Kamis (27/11) malam, keberadaan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, masih misterius. Komunikasi dengan Syukri terputus sejak ia dilaporkan terjebak di kawasan Sitahuis, Tapanuli Tengah—wilayah yang kini terisolasi akibat banjir dan longsor besar.
Ketua DPP NasDem Teritorial Sumatera I (Sumut–Aceh), Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengungkapkan bahwa mereka terus berupaya menghubungi Syukri namun selalu gagal.
“Senin malam dia dapat kabar curah hujan tinggi di Sibolga, lalu dari Medan langsung pulang ke Sibolga,” ujar Bakhtiar.
Menurut Bakhtiar, komunikasi terakhir terjadi Selasa pagi (25/11). Panggilan telepon tak diangkat, hingga Syukri kemudian mengirim pesan singkat lewat WhatsApp. Dalam pesan itu, Syukri menyebut dirinya terjebak di Sitahuis dan kesulitan mencari jaringan.
“Dia mengirim pesan soal kondisi yang terjebak di Sitahuis, dan tidak ada jaringan di sana,” kata Bakhtiar.
Dalam tangkapan layar yang ditunjukkan Bakhtiar, Syukri terakhir mengirim pesan pada pukul 11.10 WIB, Selasa, menyampaikan bahwa ia tak bisa menuju Sibolga karena akses tertutup banjir dan longsor. Jalan kembali ke arah Tapanuli Utara pun tidak mungkin ditembus karena bencana serupa.
Bakhtiar menjelaskan, sulitnya komunikasi bukan hanya karena kondisi geografis, tetapi juga akibat listrik padam total dan jaringan seluler mati di sebagian besar wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga.
“Saya baru bisa menghubungi keluarga di Tapteng setelah ada kerabat menggunakan Starlink. Makanya banyak informasi di media sosial berasal dari orang yang berada di luar wilayah atau punya akses Starlink,” jelasnya.
Bakhtiar berharap Syukri dalam keadaan selamat. Ia juga ikut mendoakan warga Sibolga dan Tapanuli Tengah yang sedang berjuang menghadapi bencana besar ini.
“Semoga semuanya baik-baik saja, baik Wali Kota maupun seluruh warga Sibolga dan Tapanuli Tengah,” tutupnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
