Keren! Masyarakat Adat di Taput Selamatkan Hutan dan Satwa Pakai Smartphone
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan tim di lapangan senantiasa menjadi prioritas utama. Perencanaan jalur patroli, kelengkapan alat pelindung diri, serta koordinasi yang solid antara ketua tim, anggota, dan pemangku kawasan menjadi kunci penting dalam setiap perancangan kegiatan.
Sementara itu, pada sesi teknis navigasi darat, Abdul—yang akrab disapa Bedul—memperkenalkan penggunaan perangkat modern seperti GPS genggam dan ponsel pintar (smartphone) kepada warga lokal. Penguasaan alat ini dinilai vital agar warga tidak tersesat sekaligus mampu merekam titik koordinat temuan secara akurat.
Selain pemetaan digital dan pengenalan keanekaragaman hayati—termasuk perlindungan Orangutan Sumatra dan Tapanuli—pelatihan di hari ketiga turut membekali peserta dengan keterampilan darurat medis non-invasif. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Ranger Life Saver (RLS) yang dipandu oleh Joko melatih peserta langsung di lapangan. Warga diajarkan cara menangani pendarahan hebat menggunakan teknik tourniquet darurat, membuat tandu evakuasi dari pakaian, hingga langkah pencegahan hipotermia di tengah hutan.
Melalui kegiatan ini, seluruh komunitas MHA sepakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan wilayah adat mereka dengan memegang teguh slogan kelompok, yaitu "Kenali, Miliki, Lindungi".
Editor: Jafar Sembiring