FMIPA USU Gelar International Summer Course 2026, Dalami Biodiversitas dan Konservasi Danau Toba
Selain pembelajaran di lapangan, program ini menghadirkan kuliah interaktif bersama akademisi dan praktisi. Peserta juga mengikuti kegiatan laboratorium lapangan dan kompetisi fotografi yang mendorong kemampuan observasi, dokumentasi, serta penyampaian informasi mengenai biodiversitas.
Pembelajaran lintas disiplin menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Ekologi membantu menjelaskan hubungan organisme dengan lingkungannya, mikrobiologi mengkaji peran mikroorganisme dalam berbagai proses kehidupan, sedangkan bioteknologi membuka peluang pemanfaatan organisme dan sumber daya hayati untuk penelitian maupun pengembangan produk. Pemanfaatan tersebut tetap perlu mempertimbangkan aspek keamanan, etika, dan keberlanjutan lingkungan.
Penyelenggaraan International Summer Course 2026 juga menjadi bagian dari upaya FMIPA USU memperluas internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik lintas negara. Interaksi peserta dari berbagai latar belakang diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan dan penelitian, terutama di bidang biodiversitas, bioteknologi, dan konservasi.
Humas FMIPA USU, Achmad Darmawan, S.I.Kom., mengatakan bahwa International Summer Course 2026 menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung dalam memahami keanekaragaman hayati dan konservasi lingkungan.
“Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman lapangan untuk mengenali kekayaan biodiversitas Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba. Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan ilmiah sekaligus mendorong kolaborasi internasional dalam penelitian dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Melalui program ini, FMIPA USU mendorong pembelajaran sains yang menghubungkan teori dengan persoalan lingkungan di lapangan. Pemahaman terhadap keanekaragaman hayati diharapkan tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi juga membangun kemampuan berpikir ilmiah dan kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam.
Editor: Chris