Menuju MotoGP Mandalika, 500 Volunteer Perkuat Gerakan Kelola Sampah
LOMBOK TENGAH, iNewsMedan.id — Menjelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli melatih 500 volunteer untuk memperkuat pengelolaan sampah dan kebersihan di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong penyelenggaraan ajang internasional yang bersih dan berkelanjutan, Selasa (6/10/2026).
Melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas”, para volunteer mendapatkan pelatihan waste management yang mencakup pemilahan sampah, pengumpulan dan pengolahan sampah, standar kebersihan venue, keselamatan kerja hingga pelayanan pengunjung. Pelatihan juga dilengkapi simulasi penanganan tumpahan sampah saat kondisi venue padat.
Kegiatan tersebut melibatkan tiga kelompok kerja, yakni 143 petugas cleaning service, 206 petugas waste management bersama 101 volunteer BRI Peduli dari kalangan mahasiswa dan masyarakat lokal, serta 50 petugas pemilah sampah.
Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pemilahan sampah organik, anorganik bernilai dan residu, termasuk alur pengumpulan sampah hingga tempat pengolahan. Praktik lapangan dilakukan untuk memastikan peserta memahami standar pengelolaan sampah yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, kolaborasi bersama BRI Peduli diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan MotoGP Mandalika, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kali ini kami bersama BRI Peduli ingin mengajak seluruh masyarakat melalui volunteer yang ada untuk membiasakan, bukan hanya MotoGP, namun setelah ini tetap terbiasa memulai hidup bersih. Kami berterima kasih kepada BRI Peduli atas komitmennya untuk masyarakat dalam menjaga kebersihan venue dan lingkungan,” ujarnya.
Salah satu volunteer program waste management BRI Peduli, Baiq Putri Andini, menilai pelatihan memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah. Menurutnya, peserta mendapatkan edukasi langsung dari pihak yang berpengalaman di bidang tersebut.
“Banyak sekali edukasi dari orang-orang yang berpengalaman di bidang sampah. Kemudian kita sama-sama memberikan ilmu yang sangat luar biasa,” katanya.
Editor: Chris