Kondisi Pelajar Karo Korban Keracunan MBG Membaik, Dokter Pastikan Tak Ada Gangguan Saraf
Tidak Ada Indikasi Rujuk Jakarta
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengatakan, tim dokter telah menangani Krismas dengan melibatkan sejumlah spesialis.
Selain dokter anak, pemeriksaan juga melibatkan dokter dengan kompetensi di bidang ginjal, saraf dan saluran pencernaan. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, rumah sakit belum menemukan alasan medis yang mengharuskan Krismas dirujuk ke Jakarta.
"Kalau ada masalah lagi kami siap menerima adik Krismas untuk kontrol kembali rawat jalan ke Rumah Sakit Haji. Jadi tetap dalam pantauan kami keadaan kesehatan Krismas untuk selanjutnya," kata Yulinda.
Rumah sakit juga akan membekali Krismas dengan obat untuk mendukung proses pemulihan setelah menjalani perawatan.
Ia mengatakan, apabila hasil asesmen dokter menunjukkan pasien membutuhkan penanganan yang tidak tersedia di rumah sakit tersebut, rujukan ke rumah sakit tipe A akan dilakukan. Namun, berdasarkan pemeriksaan terbaru, kondisi Krismas belum menunjukkan kebutuhan tersebut.
"Alhamdulillah dari hasil asesmen, pemeriksaan yang dilakukan oleh kawan-kawan dari dokter spesialis dan konsultan ini, semuanya sudah mengerucut," ujarnya.
Menurut Yulinda , pemeriksaan neurologis juga tidak menunjukkan masalah pada saraf. Dengan perkembangan tersebut, Krismas diharapkan dapat melanjutkan pemulihan tanpa harus berpindah rumah sakit.
"Alhamdulillah masalah dari persyarafannya, neuronya tidak masalah," katanya.
Tim medis selanjutnya akan memantau perkembangan kondisi Krismas dan menentukan pola perawatan lanjutan. Jika kondisinya terus membaik, pasien dapat menjalani kontrol secara rawat jalan, baik di Karo maupun RSU Haji Medan.
Yulinda juga memastikan pihak rumah sakit tetap membuka akses bagi keluarga apabila Krismas membutuhkan pemeriksaan atau perawatan kembali.
Sementara itu, Faisal meminta keluarga memberikan dukungan selama proses pemulihan. Ia menekankan bahwa proses penyembuhan, khususnya pada aspek psikologis, tidak berlangsung seketika dan membutuhkan pendampingan.
"Memang untuk penyembuhan ada proses. Ini yang harus dikuatkan oleh keluarga. Psikologisnya harus kuat," katanya.
Editor: Ismail