Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mengejutkan! Rasulullah Sebut Ada Orang Shalat 60 Tahun Namun Tidak Diterima
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Akhir Segalanya, Ini Tuntunan Islam Saat Ditinggal Wafat Anggota Keluarga

Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Bukan Akhir Segalanya, Ini Tuntunan Islam Saat Ditinggal Wafat Anggota Keluarga
Kehilangan sosok terkasih, baik itu pasangan, anak, orang tua, anggota keluarga, maupun sahabat dekat, merupakan ujian berat yang tak pernah diinginkan oleh siapa pun. Foto: Dok

MEDAN,iNewsMedan.id - Kehilangan sosok terkasih, baik itu pasangan, anak, orang tua, anggota keluarga, maupun sahabat dekat, merupakan ujian berat yang tak pernah diinginkan oleh siapa pun. Tak jarang musibah kematian membuat seseorang tenggelam dalam kesedihan mendalam hingga meratapi nasib.

Namun, Islam memberikan tuntunan yang begitu indah dan menenangkan jiwa bagi setiap insan yang sedang diuji dengan perpisahan tersebut.

Seluruh jalinan ikatan di dunia pada akhirnya akan terpisah ketika ajal telah tiba pada waktunya. Meski demikian, bagi seorang muslim, perpisahan fisik di dunia bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari keabadian untuk kembali dipertemukan di dalam surga Allah SWT kelak.

Tuntunan Doa Saat Tertimpa Musibah dari Hadis Ummu Salamah

Keteladanan terbaik dalam menghadapi musibah kehilangan diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Salamah RA. Istri Nabi SAW tersebut menceritakan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:  

"Tidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UN. ALLAHUMMA'JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik), melainkan Allah SWT akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik."

Keajaiban doa ini dibuktikan secara nyata oleh Ummu Salamah sendiri. Ketika suaminya, Abu Salamah, wafat meninggalkan dirinya, ia tetap mengamalkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW tersebut.

Ummu Salamah kembali berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan padaku. Maka Allah SWT pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu, yaitu Rasulullah SAW." (HR. Muslim, no. 1526).

Janji Surga Bagi Hati yang Ihlas dan Ridha

Pentingnya menyikapi musibah dengan kesabaran juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam sebuah Hadis Qudsi. Allah SWT berfirman:

"Tiada balasan yang akan Kuberikan kepada hamba-Ku yang beriman, yang nyawa kekasihnya di dunia Aku cabut, lalu dia menerimanya dengan hati ikhlas kecuali dengan balasan Surga." (HR. Muslim).

Ketika diterpa gelombang duka, seorang muslim dianjurkan untuk mengucapkan kalimat Istirja serta menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT. Keyakinan inilah yang menyelaraskan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali).

Melalui ayat tersebut, Allah SWT menerangkan bahwa hamba-hamba yang sabar akan senantiasa menghibur jiwanya dengan meyakini penuh bahwa seluruh keberadaan dirinya adalah milik sang Pencipta. Mereka meyakini bahwa Allah SWT berkuasa menetapkan ketetapan terbaik atas hamba-Nya dan tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala kesabaran mereka sekecil apa pun kelak di hari kiamat.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut