get app
inews
Aa Text
Read Next : Doa Menyambut Ramadhan 2026, Singkat dan Padat Diamalkan para Sahabat Rasulullah

Meneladani Rasulullah: Mengapa Jarak Sahur Puasa Ramadhan dan Azan Sebaiknya hanya 50 Ayat Alquran?

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:18 WIB
header img
Mengakhirkan waktu sahur saat puasa Ramadhan 2026 bukanlah sekadar rutinitas makan, melainkan salah satu adab nabawi yang sangat dianjurkan. Foto: Ist

MEDAN, iNewsMedan.id - Mengakhirkan waktu sahur saat puasa Ramadhan 2026 bukanlah sekadar rutinitas makan, melainkan salah satu adab nabawi yang sangat dianjurkan.

Berikut adalah penjelasan mengenai keutamaan dan hikmah di balik sunnah tersebut agar ibadah puasa kita menjadi lebih berkualitas.

Dalam sebuah riwayat dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallaahu ‘anhu, beliau menceritakan kebiasaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

”Kami pernah bersahur bersama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW), kemudian beliau segera berdiri untuk melaksanakan shalat.”

Ketika ditanya seberapa lama jarak antara waktu selesai sahur dengan adzan Subuh, Zaid bin Tsabit menjawab:

”Kira-kira sejauh waktu membacakan 50 ayat.” (HR. al-Bukhari, no. 1921)

Makna di Balik Waktu Membaca 50 Ayat

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa jika seseorang membaca 50 ayat tersebut dengan tartil atau tenang, maka durasinya setara dengan 10 hingga 15 menit saja.

Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan makan sahur hingga waktu yang benar-benar mepet dengan waktu Subuh, namun beliau tetap bersegera dalam melaksanakan shalat Subuh tanpa menundanya.

Mengapa Sebaiknya Tidak Sahur Terlalu Awal?

Meskipun makan sahur di tengah malam diperbolehkan secara hukum, tindakan tersebut dianggap menyelisihi sunnah. Ada beberapa alasan kuat mengapa mengakhirkan sahur jauh lebih baik bagi orang yang berpuasa:

1. Menjaga Stamina dan Energi: Tujuan utama sahur adalah memberi tenaga pada tubuh. Dengan mengakhirkannya, cadangan energi akan bertahan lebih lama selama menjalankan aktivitas di siang hari.

2. Mencegah Kantuk Saat Subuh: Seseorang yang bersahur terlalu dini cenderung akan merasa mengantuk saat waktu Subuh tiba, sehingga berisiko melewatkan shalat berjamaah atau kehilangan kekhusyukan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut