Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Perjalanan Kereta Api Masih Normal
Sejumlah titik panas juga terpantau pada 15 September 2026 di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba dan Tapanuli Selatan. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Untuk menjaga keselamatan perjalanan, kondisi lintasan terus dipantau. Selain pengamatan secara visual, jalur kereta api juga dilengkapi rambu-rambu yang menjadi pedoman masinis ketika melintas, mendekati stasiun maupun saat berhenti di stasiun.
Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, rumput kering maupun material lain di sekitar jalur kereta api. Asap dari pembakaran dapat mengganggu kualitas udara sekaligus berpotensi mengurangi jarak pandang di lintasan.
Anwar mengatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.
"KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memantau perkembangan kondisi udara di sepanjang jalur kereta api. Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta mematuhi arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama," katanya.
Editor: Ismail