Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hampir 300 Ribu Penumpang Boarding Pakai Wajah, 740 Roll Tiket Kertas Terpangkas
Advertisement . Scroll to see content

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Perjalanan Kereta Api Masih Normal

Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB
  • author Ismail
Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Perjalanan Kereta Api Masih Normal
Kabut asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumut, namun belum mengganggu perjalanan kereta api. Sepanjang 1-16 September, 1.022 perjalanan tetap berjalan. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah kerja KAI Divre I Sumut.

Hingga 16 September 2026, pemantauan kondisi lintasan terus dilakukan menyusul adanya sebaran asap di beberapa daerah. Kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap operasional maupun ketepatan perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kondisi karhutla dan sebaran asap saat ini belum mengganggu perjalanan kereta api.

"Untuk saat ini, kondisi karhutla dan sebaran asap belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. Pemantauan terus dilakukan, dan apabila terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada perjalanan, KAI akan segera menyampaikan informasi kepada pelanggan," ujar Anwar, Rabu, 16 September 2026.

Kondisi operasional tersebut tercermin dari tingkat ketepatan waktu perjalanan kereta api. Sepanjang 1-16 September 2026, KAI Divre I Sumut mengoperasikan 1.022 perjalanan KA penumpang.

Dari jumlah tersebut, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 100 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan tercatat 99,2 persen.

”Angka ketepatan waktu untuk kedatangan KA yang cukup tinggi mencerminkan bahwa operasional kereta api di Sumatera Utara masih cukup terjaga di tengah kondisi adanya kabut asap,” kata Anwar.

Sementara itu, berdasarkan data BMKG pada 16 September 2026 pukul 08.20 WIB, asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumatera Utara dan bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin.

Sejumlah titik panas juga terpantau pada 15 September 2026 di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba dan Tapanuli Selatan. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Untuk menjaga keselamatan perjalanan, kondisi lintasan terus dipantau. Selain pengamatan secara visual, jalur kereta api juga dilengkapi rambu-rambu yang menjadi pedoman masinis ketika melintas, mendekati stasiun maupun saat berhenti di stasiun.

Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, rumput kering maupun material lain di sekitar jalur kereta api. Asap dari pembakaran dapat mengganggu kualitas udara sekaligus berpotensi mengurangi jarak pandang di lintasan.

Anwar mengatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.

"KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memantau perkembangan kondisi udara di sepanjang jalur kereta api. Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta mematuhi arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama," katanya.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut