Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Isu Chapel USU Ditutup Beredar, Rektorat Tegaskan Tetap Jadi Rumah Ibadah
Advertisement . Scroll to see content

TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos

Rabu, 16 September 2026 | 13:58 WIB
  • author Ismail
TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Direktur Operasional TASPEN Tribuna Phitera Djaja bersama jajaran USU, narasumber, dan peserta TASPEN Goes to Campus di Auditorium USU, Medan. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id – Perencana keuangan Ligwina Hananto mengingatkan generasi muda agar tidak menunggu tua untuk mulai mengatur keuangan. Menurutnya, kebiasaan menyisihkan penghasilan sejak awal bekerja menjadi salah satu kunci menjaga kondisi finansial tetap sehat.

CEO dan Lead Financial Trainer QM Financial itu membagikan rumus sederhana pengelolaan keuangan dalam kegiatan TASPEN Goes to Campus: Financial Well-Being di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu, 16 September 2026.

Ligwina menyarankan sedikitnya 10 persen penghasilan dialokasikan untuk menabung dan investasi. Sementara pengeluaran untuk hiburan, makan di luar, ngopi, jalan-jalan maupun hobi dapat dibatasi sekitar 20 persen.

Adapun cicilan disarankan tidak lebih dari 30 persen penghasilan. Sisa penghasilan kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Penghasilan harus selalu lebih besar dibandingkan pengeluaran. Harus surplus, tidak boleh defisit,” kata Ligwina.

Ia mengatakan, besaran tersebut bukan angka mutlak bagi semua orang karena kondisi penghasilan dan kebutuhan setiap individu berbeda. Namun, prinsip menyisihkan uang secara rutin harus mulai dibangun.

“Rata-rata saya ketemu orang nabung itu lima sampai 10 persen. Kenapa? Karena hidup itu nggak gampang, banyak pengeluarannya. Tapi mari bertarget, bisa nggak selalu menyisihkan, menabung lima sampai 10 persen paling sedikit,” ujarnya.

Ligwina juga mengingatkan anak muda agar tidak terjebak dalam gaya hidup yang membuat pengeluaran terus meningkat seiring bertambahnya penghasilan.

Menurutnya, memiliki kondisi finansial yang kuat bukan semata-mata soal menjadi orang kaya. Kekuatan finansial juga memberi ruang bagi seseorang untuk membantu keluarga maupun orang lain tanpa mengorbankan kebutuhan sendiri.

“Cita-citanya jangan cuma ingin jadi orang paling kaya, tapi jadilah orang yang bermanfaat, dapat menolong orang lain tanpa harus terganggu,” katanya.

Penghasilan Turun Saat Memasuki Masa Pensiun

Direktur Operasional PT TASPEN (Persero) Tribuna Phitra Djaja pdalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya menyiapkan keuangan sejak masih aktif bekerja.

Ia mengaku baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan setelah bertahun-tahun bekerja. Pada masa muda, kata dia, banyak orang cenderung lebih mudah menghabiskan penghasilan untuk kebutuhan dan keinginan saat ini tanpa memikirkan kondisi setelah tidak lagi bekerja.

“Saya dulu sekitar 10 tahun bekerja, sampai 20 tahun tidak pernah berpikir bagaimana caranya menabung. Ini sama kita ya, masih muda itu tidak pernah berpikir,” ujarnya.

Menurut Tribuna, persoalan tersebut menjadi penting karena pendapatan seseorang dapat berubah signifikan ketika memasuki masa pensiun.

Ia mencontohkan seorang pekerja yang selama aktif memperoleh penghasilan cukup besar, tetapi harus menghadapi penurunan pendapatan ketika memasuki masa purna tugas.

“Begitu pensiun, sudah tinggal gaji pokoknya saja. Ini memang harus kita manage pengelolaan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong para peserta, khususnya generasi muda, mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.

“Kalau gaji saya katakanlah gajinya UMR, katakanlah UMR-nya sekitar Rp5 juta lebih, itu mungkin bisa ditabung sebulan Rp1 juta, dipaksakan untuk memikirkan masa tuanya kita,” ujarnya.

Tribuna mengatakan, perencanaan keuangan perlu dilakukan jauh sebelum seseorang mendekati usia pensiun. Dengan begitu, kebutuhan masa depan tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan setelah berhenti bekerja.

Ia juga menjelaskan bahwa TASPEN saat ini mengelola program bagi ASN dan pejabat negara, termasuk Jaminan Hari Tua, pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian.

Dalam kegiatan tersebut, TASPEN dan USU juga menandatangani nota kesepahaman kemitraan strategis. Kegiatan merupakan bagian dari Bulan Dana Pensiun 2026 dengan tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”, yang dikemas melalui edukasi literasi finansial bagi generasi muda.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut