Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mengejutkan! Rasulullah Sebut Ada Orang Shalat 60 Tahun Namun Tidak Diterima
Advertisement . Scroll to see content

Mengurai Larangan Qil wa Qal dan Pentingnya Budaya Tabayyun

Rabu, 16 September 2026 | 13:04 WIB
  • author Vitrianda Hilba
Mengurai Larangan Qil wa Qal dan Pentingnya Budaya Tabayyun
Ketenangan jiwa berawal dari keberanian menutup telinga dari desas-desus. Foto: Freepik

MEDAN, iNewsMedan.id - Ketenangan jiwa berawal dari keberanian menutup telinga dari desas-desus. Syaikh Faishal Hasyidi pernah menekankan bahwa jalan menuju hidup tenteram adalah dengan mengabaikan tiga ungkapan yang sering memicu keraguan: "aku dengar", "mereka bilang", dan "orang-orang bilang".

Prinsip ini berakar kuat pada ajaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW). Beliau memberikan peringatan tegas dalam hadis riwayat Muslim bahwa seseorang sudah cukup dianggap berdusta jika ia terbiasa menceritakan setiap hal yang didengarnya.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut merupakan larangan keras menyebarkan perkataan tanpa proses tabayyun atau verifikasi kebenaran. Mengingat informasi yang beredar di masyarakat bercampur antara fakta dan kebohongan, kebiasaan menyampaikan semua hal tanpa disaring secara otomatis akan menjerumuskan seseorang ke dalam kedustaan.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut