Mengapa Allah Menciptakan Rasa Lupa?
2. Jembatan untuk Memaafkan dan Menyembuhkan Dendam
Sebagai tempatnya salah dan khilaf, interaksi sesama manusia tidak pernah lepas dari perkataan yang menyinggung, janji yang terabaikan, atau harapan yang terhempas. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW) bersabda:
«تَعَافُّوا الْحُدُودَ فِيمَا بَيْنَكُمْ»
“Saling memaafkanlah di antara kamu.”
Keikhlasan untuk memaafkan mustahil terwujud tanpa bantuan rasa lupa. Lupa mengikis ketajaman rasa sakit, tumpulnya ingatan atas kesalahan orang lain membuat ruang maap menjadi lebih lapang. Tanpa rasa lupa, luka akan terus terasa segar, ikatan persaudaraan mudah hancur, dan manusia akan terjebak dalam dendam seumur hidup.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar