PIT IAI 2026: BPOM Gandeng Apoteker Susun Regulasi, Dorong Kemandirian Obat Nasional
Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2026 mengusung tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" dan diikuti lebih dari 1.300 apoteker dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang membuka acara secara daring menekankan pentingnya transformasi industri farmasi menuju teknologi berbasis bioteknologi. Ia juga mengingatkan ancaman resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik yang tidak terkendali.
"Mari kita bangun industri obat yang baik, sehat, maju, dan modern sehingga masyarakat Indonesia semakin sehat," ujar Budi.
Ketua Umum PP IAI periode 2026–2030, Lilik Yusuf Indrajaya, mengatakan tema PIT tahun ini mencerminkan tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, apoteker kini memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, industri farmasi, regulator, dan masyarakat.
"Regulasi apoteker banyak berubah. Kebutuhan masyarakat semakin meningkat, demikian juga harapan anggota terhadap organisasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan saat ini," ujar Lilik.
Ia menyambut baik komitmen BPOM yang akan melibatkan IAI dalam penyusunan regulasi. Menurut Lilik, organisasi profesi memiliki kekuatan melalui pengalaman para anggotanya yang tersebar di industri farmasi, distributor, apotek, puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
"Era kolaborasi adalah bagaimana kita bisa berkontribusi, menyerap aspirasi, memfasilitasi anggota, mengapresiasi seluruh pihak, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk kemajuan kefarmasian Indonesia," ujarnya.
Ke depan, PP IAI berkomitmen memperkuat kajian berbasis ilmiah sebagai bahan masukan bagi pemerintah, sekaligus meningkatkan kompetensi anggota, keselamatan pasien, perlindungan profesi, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Editor : Ismail