get app
inews
Aa Text
Read Next : PIT IAI 2026 Soroti Peran Strategis Apoteker, BPOM Buka Ruang Kolaborasi Regulasi

PIT IAI 2026: BPOM Gandeng Apoteker Susun Regulasi, Dorong Kemandirian Obat Nasional

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:27 WIB
header img
Kepala BPOM Taruna Ikrar memberikan keterangan pers pada PIT IAI 2026 di Medan, Kamis (6/8/2026), dengan menegaskan komitmen BPOM melibatkan IAI dalam penyusunan regulasi obat dan makanan. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen melibatkan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam penyusunan berbagai regulasi di bidang obat dan makanan. Komitmen itu disampaikan Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, saat membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 di Medan, Kamis (6/8).

Menurut Taruna, profesi apoteker memegang peran strategis dalam sistem kesehatan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Perannya tidak hanya terbatas pada pelayanan kefarmasian, tetapi juga mencakup penelitian, pengembangan, produksi, distribusi hingga pemanfaatan obat.

"Dalam membuat peraturan atau regulasi, saya berjanji akan melibatkan teman-teman Ikatan Apoteker Indonesia," kata Taruna.

Ia menilai keterlibatan organisasi profesi diperlukan agar regulasi yang disusun lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan sekaligus memperkuat riset dan pengembangan industri farmasi nasional.

Taruna mengungkapkan Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 94 persen bahan baku obat kimia. Sementara bahan baku obat biologik dan biosimilar masih seluruhnya didatangkan dari luar negeri.

Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara regulator, akademisi, dan organisasi profesi menjadi kunci untuk mendorong riset, transfer teknologi, serta lahirnya obat-obatan baru di dalam negeri.

Selain mendukung pengembangan industri farmasi, sinergi BPOM dan IAI juga dinilai penting untuk memperkuat pengawasan obat serta menjamin keamanan, mutu, dan khasiat produk yang beredar di masyarakat.

Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2026 mengusung tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" dan diikuti lebih dari 1.300 apoteker dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang membuka acara secara daring menekankan pentingnya transformasi industri farmasi menuju teknologi berbasis bioteknologi. Ia juga mengingatkan ancaman resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik yang tidak terkendali.

 "Mari kita bangun industri obat yang baik, sehat, maju, dan modern sehingga masyarakat Indonesia semakin sehat," ujar Budi.

Ketua Umum PP IAI periode 2026–2030, Lilik Yusuf Indrajaya, mengatakan tema PIT tahun ini mencerminkan tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, apoteker kini memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, industri farmasi, regulator, dan masyarakat.

"Regulasi apoteker banyak berubah. Kebutuhan masyarakat semakin meningkat, demikian juga harapan anggota terhadap organisasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan saat ini," ujar Lilik.

Ia menyambut baik komitmen BPOM yang akan melibatkan IAI dalam penyusunan regulasi. Menurut Lilik, organisasi profesi memiliki kekuatan melalui pengalaman para anggotanya yang tersebar di industri farmasi, distributor, apotek, puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.

"Era kolaborasi adalah bagaimana kita bisa berkontribusi, menyerap aspirasi, memfasilitasi anggota, mengapresiasi seluruh pihak, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk kemajuan kefarmasian Indonesia," ujarnya.

Ke depan, PP IAI berkomitmen memperkuat kajian berbasis ilmiah sebagai bahan masukan bagi pemerintah, sekaligus meningkatkan kompetensi anggota, keselamatan pasien, perlindungan profesi, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna mendukung ketahanan kesehatan nasional.

 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut