Refleksi Peristiwa Kudatuli: PDI Perjuangan Medan Ajak Generasi Muda Tak Apatis Politik
Sebagai partai berideologi Marhaenisme, Hasyim menekankan bahwa PDI Perjuangan terbuka seluas-luasnya bagi kaum muda untuk berkolaborasi. Ia mengajak mahasiswa Kota Medan menjadikan semangat Kudatuli sebagai kompas moral untuk aktif turun ke bawah, menyerap aspirasi masyarakat, serta menawarkan solusi nyata atas persoalan sosial-ekonomi seperti ketersediaan lapangan kerja dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Seminar strategis ini dibuka langsung oleh Hasyim dengan harapan diskursus politik di kalangan mahasiswa dapat bertransformasi menjadi kerja nyata demi mengawal hak-hak rakyat dan menjaga marwah demokrasi di Indonesia.
Acara yang dipandu oleh Dr. Hj. Fitriani Manurung, M.Pd dan Dr. Rosdiana Tarigan sebagai moderator ini menghadirkan tiga pemateri kunci, yakni Prof. Dr. Taufik Siregar, SH., M.Hum (UMA), Prof. Dr. Anang Anas Azhar (UINSU), serta Masinton Pasaribu, SH., MH. bertindak sebagai keynote speaker.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Acara Paul Mei Anton Simanjuntak, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan Boydo HK Panjaitan, SH., Bendahara Ust. Fuad Akbar, M.Sos., serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Medan.
Editor : Chris