Tangis Ibu Pecah di Depan Polda Sumut, Sebut Laporan KDRT Mandek Hampir 2 Tahun
Lucia mengatakan anaknya sempat tidak diakui oleh suaminya sehingga dilakukan tes DNA di RS Bhayangkara. Hasil pemeriksaan, menurutnya, telah menyatakan anak tersebut merupakan anak kandung suaminya.
"Sudah dilakukan tes DNA, semuanya sah. Tapi kasus ini juga tidak terungkap. Saya datang dari Pekanbaru hanya meminta keadilan. Saya hanya rakyat kecil yang datang ke sini meminta keadilan yang seadil-adilnya," ujarnya.
Ia berharap persoalan yang dialaminya segera menemukan titik terang, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
"Baru semalam memperingati Hari Anak Nasional. Semoga kasus ini terungkap. Jangan hanya jadi seremoni, karena kami korban, terutama anak saya. Kami perlu bukti nyata," tuturnya.
Kuasa hukum korban, Dwi Ngai Sinaga, didampingi Benri Pakpahan, menilai penanganan perkara tersebut berjalan terlalu lambat.
"Kita patut mempertanyakan kinerja penyidik. Sudah hampir dua tahun berproses, tetapi belum ada hasil. Ada apa dengan penyidik yang menangani kasus ini?" kata Dwi.
Editor: Ismail