Inovasi Smart Water System Berbasis IoT Antar Dosen dan Mahasiswa FMIPA USU Borong Dua Medali
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan. Kekeruhan air kolam menurun dari sekitar 70 NTU menjadi 40–45 NTU, kadar oksigen terlarut meningkat dari sekitar 4,0 mg/L menjadi 4,8–5,0 mg/L, serta pH air menjadi lebih stabil pada kisaran 6,8–6,9. Sistem monitoring kualitas air juga telah berjalan secara real-time dengan interval pemantauan sekitar 10 menit.
Pada Kolam Ikan Pak Bangun, produktivitas ikan meningkat dari sekitar 25–30 kilogram per siklus menjadi 50–60 kilogram per siklus. Tingkat kelangsungan hidup ikan juga meningkat dari sekitar 40–50 persen menjadi 70–80 persen. Sementara itu, pada Kolam Pancing UNCU, waktu pemulihan kolam pascabanjir menjadi lebih singkat, dari sekitar 4–5 hari menjadi 2–3 hari, dengan peningkatan jumlah pengunjung sekitar 20–30 persen.
Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan manfaat pada aspek lingkungan dan produksi, tetapi juga memperkuat manajemen usaha, pemasaran, serta kapasitas mitra dalam mengelola kolam secara mandiri dan berkelanjutan.
Dr. Muhammad Taufik menyampaikan bahwa raihan dua medali tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dosen, mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa,” katanya.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran Universitas Sumatera Utara dalam mendorong pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset, serta penerapan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Editor : Chris