Wali Kota Medan: Kolaborasi Antardaerah Kunci Atasi Krisis Pangan
Untuk itu, Bima Arya menginstruksikan agar konsep kerja sama ke depan bergeser dari sekadar kolaborasi biasa menjadi co-creation. Dalam model ini, pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat duduk bersama merancang ekosistem pangan dari hulu ke hilir sejak tahap perencanaan.
"Semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan. Itu yang namanya co-creation," tegas Bima Arya.
Wamendagri juga memuji kepemimpinan para kepala daerah muda seperti Rico Waas yang dinilai sangat responsif terhadap berbagai isu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional dalam komitmen alokasi APBD di sektor pangan bagi pemerintah kota.
Anggaran ini dialokasikan untuk memperlancar dan menyubsidi jalur distribusi logistik, memperkuat cadangan pangan daerah, mengadakan operasi pasar berkala untuk intervensi harga, serta melakukan sinergi pembiayaan dengan Bulog dan BUMD pangan.
"Saya sangat mengapresiasi Kota Medan yang komitmen anggarannya nomor dua tertinggi. Ini bukti bahwa kepala daerahnya, meski masih muda dan berlatar belakang modern, memiliki kepedulian luar biasa terhadap urusan isi meja makan warganya," puji Bima Arya.
Editor : Jafar Sembiring