Enggan Terulang! Rico Waas 'Pecut' OPD Medan Belajar dari Pahitnya Banjir 2025
MEDAN, iNewsMedan.id - Trauma banjir besar yang melumpuhkan 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025 menjadi titik balik bagi Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pengalaman pahit tersebut harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketangguhan kota menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Hal ini disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 yang berfokus pada Peningkatan Ketangguhan Bencana dan Pengendalian Banjir di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Rabu (14/1/2026).
"Banjir 2025 adalah yang terbesar bagi banyak warga seumur hidup mereka. Kita tidak boleh melupakan pengalaman itu. Dengan kondisi iklim yang kian sulit diprediksi, potensi bencana bisa datang lebih cepat dari siklus yang diperkirakan," tegas Rico di hadapan jajaran pejabat Pemko Medan.
Salah satu poin krusial yang ditekan Wali Kota adalah penyederhanaan Standar Operasional Prosedur (SOP). Rico menginginkan pola koordinasi yang lebih taktis dan efektif tanpa terjebak birokrasi yang berbelit saat keadaan darurat.
Ia mendorong pengembangan aplikasi kebencanaan terintegrasi yang menggabungkan data Early Warning System (EWS) dengan laporan real-time dari lapangan. Selain itu, untuk mengatasi masalah komunikasi di wilayah terdampak, Pemko Medan berencana menyiapkan perangkat satelit Starlink sebagai solusi teknis saat jaringan seluler terputus.
Editor : Chris