get app
inews
Aa Text
Read Next : Sambut Piala AFF U-19, Wali Kota Medan dan Forkopimda Bahu-membahu di Stadion

Wali Kota Medan: Kolaborasi Antardaerah Kunci Atasi Krisis Pangan

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:49 WIB
header img
Wali Kota Medan Rico Waas tegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk menjaga ketahanan pangan saat Rakernas APEKSI ke-XVIII. Foto: Dok. Pemko Medan

MEDAN, iNewsMedan.id - Menjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian tidak membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan pasrah terhadap ancaman krisis pangan. Sebaliknya, Pemko Medan terus mencari solusi strategis guna memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Medan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota seluruh Indonesia. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-XVIII tahun 2026 ini berlangsung di Hotel Grand Inna Medan, Senin (29/6/2026).

Turut hadir membuka acara tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Selain itu, hadir pula Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, dan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyadari bahwa Kota Medan bukanlah daerah penghasil pangan. Dengan keterbatasan lahan tersebut, Rico menilai pentingnya sinergitas dengan daerah sekitar. Ia berkaca pada pengalaman lonjakan harga cabai beberapa waktu lalu yang memicu inflasi daerah. Oleh sebab itu, Pemko Medan kini memperkuat kerja sama dengan kabupaten penyangga, seperti Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai, guna menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pangan.

"Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah untuk memastikan jalur distribusi pangan dari daerah penghasil masuk ke Medan tanpa hambatan," ujar Rico.

Melalui forum ini, Rico menyatakan bahwa Pemko Medan ingin belajar dari kota-kota lain, seperti Bandung, Depok, dan Surakarta, yang telah sukses menerapkan sistem smart farming dan urban farming. Forum ini menjadi ajang berbagi solusi untuk menjaga kestabilan pangan dan menekan inflasi daerah.

"Penting sekali bagi kita untuk membuat strategi kreatif. Kota sejatinya adalah pusat ekonomi bagi wilayah provinsinya atau kabupaten/kota di sekitarnya. Kita mungkin tidak memproduksi pangan dalam jumlah besar, tetapi kita bisa mengelola produksi dari daerah lain," tambah Rico.

Sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI ke-XVIII, Rico berharap forum ini dapat menghasilkan solusi konkret dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan urbanisasi.

"Hari ini, Rakernas APEKSI membawa tema 'Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat'. Kami mendorong seluruh kota di Indonesia untuk menciptakan ketangguhan ekonomi, fiskal, dan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik dan kota kita tangguh, kita akan mampu berjuang membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, dalam pidato utamanya yang bertajuk "Indonesia di Simpang Jalan Menuju 2045", Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengingatkan para wali kota bahwa Indonesia sedang berada dalam momentum krusial bonus demografi yang memiliki batas waktu sekitar tahun 2038 hingga 2040.

"Jika kota-kota di Indonesia gagal menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak akan tumbuh menjadi manusia yang tangguh. Akibatnya, Indonesia akan sulit menjadi negara maju," jelas Bima Arya.

Untuk itu, Bima Arya menginstruksikan agar konsep kerja sama ke depan bergeser dari sekadar kolaborasi biasa menjadi co-creation. Dalam model ini, pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat duduk bersama merancang ekosistem pangan dari hulu ke hilir sejak tahap perencanaan.

"Semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan. Itu yang namanya co-creation," tegas Bima Arya.

Wamendagri juga memuji kepemimpinan para kepala daerah muda seperti Rico Waas yang dinilai sangat responsif terhadap berbagai isu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional dalam komitmen alokasi APBD di sektor pangan bagi pemerintah kota.

Anggaran ini dialokasikan untuk memperlancar dan menyubsidi jalur distribusi logistik, memperkuat cadangan pangan daerah, mengadakan operasi pasar berkala untuk intervensi harga, serta melakukan sinergi pembiayaan dengan Bulog dan BUMD pangan.

"Saya sangat mengapresiasi Kota Medan yang komitmen anggarannya nomor dua tertinggi. Ini bukti bahwa kepala daerahnya, meski masih muda dan berlatar belakang modern, memiliki kepedulian luar biasa terhadap urusan isi meja makan warganya," puji Bima Arya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut