get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.000 Pohon Khas Melayu Ditanam di Bantaran Sungai Deli, Senjata Baru Medan Hadapi Krisis Iklim

Longsor Batang Toru Diduga Tewaskan 10 Persen Populasi Orangutan Tapanuli

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:41 WIB
header img
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Wich menilai kejadian longsor ini belum menjadi peristiwa yang langsung menyebabkan kepunahan spesies. Namun, jika bencana serupa terjadi berulang kali dalam beberapa dekade ke depan, kemampuan populasi untuk pulih akan semakin berkurang.

"Jika peristiwa seperti ini terjadi dua atau tiga kali dalam seratus tahun, spesies ini tidak akan mampu pulih dengan baik," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koridor habitat, memulihkan kawasan hutan dataran rendah, serta meningkatkan peluang perpindahan individu antarpopulasi untuk menjaga keberagaman genetik.

Para narasumber sepakat bahwa penyelamatan orangutan tapanuli membutuhkan kerja sama lintas sektor. Meijaard menilai konservasi spesies ini tidak cukup hanya dengan menghentikan perburuan dan deforestasi.

Menurutnya, diperlukan strategi yang mampu meningkatkan ketahanan habitat terhadap dampak perubahan iklim, termasuk memperluas kawasan yang dapat dihuni orangutan dan memulihkan area yang telah terfragmentasi.

"Kita membutuhkan rencana aksi yang melibatkan pemerintah, perusahaan, lembaga konservasi, akademisi, dan masyarakat. Jika ada kemauan politik dan dukungan pendanaan, saya yakin orangutan tapanuli masih bisa diselamatkan," ujarnya.

Wich juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di kawasan Batang Toru, dalam penyusunan solusi konservasi jangka panjang.

Sementara itu, Panut menilai upaya rehabilitasi yang berjalan saat ini masih bersifat sporadis dan belum didukung oleh perencanaan lanskap yang terintegrasi.

"Yang dibutuhkan bukan kegiatan seremonial sesaat, melainkan restorasi berbasis lanskap dengan perencanaan jangka panjang yang mempertimbangkan keseluruhan ekosistem Batang Toru," katanya.

Selain mengancam orangutan tapanuli, longsor dan banjir besar tersebut juga menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut