get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger! Tentara Tembak Tentara hingga Tewas di Tempat Hiburan Malam

Heboh Dugaan Penculikan Wartawan di Medan, Sigit: Hanya Salah Paham

Senin, 18 Mei 2026 | 14:55 WIB
header img
Sigit Pramono (kanan) saat berjabat tangan Pasi Intel Yon TP 907 Minggu (17/5/2026). Ia mengatakan bahwa berita yang beredar soal penculikan dirinya hanya kesalah pahaman. Foto: Istimewa

MEDAN, iNews,Medan.id — Sigit Pramono, wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya buka suara terkait kabar viral dugaan penculikan dan intimidasi terhadap dirinya yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Sigit menegaskan, peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi.

“Saya, Sigit Pramono bersama rekan media lainnya ingin meluruskan kabar yang menyebut saya diculik dan diintimidasi. Itu tidak benar, hanya salah paham dan miskomunikasi saja,” ujar Sigit, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu dirinya memang didatangi dua pria yang kemudian mengajaknya berbincang.

“Faktanya mereka hanya ingin berbicara dengan saya. Karena terjadi miskomunikasi, situasinya terkesan seperti penculikan. Padahal tidak ada penculikan. Mereka ternyata dari TNI dan hanya mengajak pindah tempat untuk berdiskusi,” katanya.

Sigit mengaku sempat merasa gugup saat diajak menuju kafe lain di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung. Kondisi itu membuat dirinya merasa tertekan dan was-was.

“Saya gugup karena belum mengetahui apa yang ingin dibicarakan. Namun ternyata hanya perbincangan biasa,” ujarnya.

Ia juga membantah adanya intimidasi terkait video klarifikasi yang sempat beredar. Menurutnya, video tersebut dibuat secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

“Klarifikasi itu dibuat setelah pemberitaan soal minyak kondensat di Kecamatan Sei Lepan yang ternyata tidak benar. Tidak ada anggota Yonif 8 Marinir yang terlibat praktik ilegal minyak kondensat tersebut,” ucapnya.

Sigit menegaskan, dirinya bersedia membuat video klarifikasi setelah meninjau langsung lokasi yang dimaksud.

“Tidak ada ancaman ataupun intimidasi. Saya juga tidak tahu kenapa video itu kemudian disandingkan dengan rekaman CCTV hingga muncul kesan saya diculik. Faktanya tidak seperti itu,” tegasnya.

Atas kegaduhan yang terjadi, Sigit secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat, rekan wartawan, dan pihak TNI.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat dan semua pihak, terutama TNI, serta berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah peduli,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Sigit meminta masyarakat tidak lagi menyebarluaskan video tersebut karena persoalan yang terjadi telah diselesaikan secara baik-baik.

“Saya juga meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan. Mungkin sebelumnya ada kekeliruan dalam penyampaian saya karena saat itu masih gugup dan was-was. Sekali lagi terima kasih,” pungkasnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut