Keren! Warga di Medan Sulap Bank Sampah Jadi Kebun Herbal dan Sayuran
MEDAN, iNewsMedan.id- Warga Kampung Merdeka Sulap Lahan Kosong Jadi “Apotek Hidup”, Alfamidi Ikut Dorong Gerakan Hijau Kesadaran warga memanfaatkan lahan kosong untuk kebutuhan pangan dan kesehatan mulai tumbuh di lingkungan Kampung Merdeka Alfamidi, Bank Sampah Puri Zahara 2, Medan.
Melalui gerakan “Apotek Hidup”, masyarakat diajak menanam tanaman obat keluarga (toga) dan sayuran organik agar lebih mandiri menjaga kesehatan dari rumah.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (24/4/2026) itu melibatkan warga sekitar, relawan lingkungan, serta pengurus bank sampah.
Penanaman dilakukan dengan metode vertikultur atau sistem tanam bertingkat yang dinilai efektif untuk memaksimalkan lahan sempit. Selain menanam tanaman obat, program ini juga menjadi bagian dari edukasi pemanfaatan pekarangan secara produktif dan ramah lingkungan.
Branch Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Medan, Robert Hary Andika, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan bisa mendorong masyarakat lebih mandiri memenuhi kebutuhan pangan sehat dan tanaman herbal dari lingkungan sekitar.
“Harapannya warga bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk kebutuhan pangan sehat dan tanaman obat. Ini juga menjadi langkah sederhana menjaga lingkungan,” ujarnya.
Wakil Direktur Bank Sampah Puri Zahara 2, Imel, menyebut program itu sejalan dengan fungsi bank sampah yang kini tak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan,” katanya.
Program penanaman ini disebut akan berlanjut setelah Iduladha. Warga bersama pengelola berencana memanfaatkan limbah kotoran hewan kurban sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanah sebelum penanaman tahap berikutnya.
Gerakan ini diharapkan tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan memicu lahirnya kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk hidup lebih sehat dan memanfaatkan lingkungan sekitar secara berkelanjutan.
Editor : Ismail