get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Bulan Pascabanjir, Kampung Serba Masih Menata Hidup

Lima Bulan Pascabanjir, Gizi Balita dan Air Bersih Jadi Masalah Mendesak di Batang Ara 

Minggu, 26 April 2026 | 16:49 WIB
header img
Relawan bersama PP ‘Aisyiyah dan YAICI membagikan bantuan sekaligus menggelar trauma healing bagi anak-anak serta edukasi gizi untuk warga di Gampong Batang Ara, Aceh Tamiang, Minggu (26/4). Foto: Ismail/inews Medan.id

ACEHTAMIANG, iNewsMedan.id— Lima bulan setelah banjir besar menerjang Gampong Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, persoalan warga belum sepenuhnya usai. Selain ekonomi yang belum pulih, ancaman gizi buruk pada balita, keterbatasan air bersih, hingga minimnya fasilitas kesehatan masih menjadi persoalan mendesak. 

Kondisi itu terungkap dalam kegiatan penyaluran bantuan pascabencana yang dibarengi edukasi pemenuhan gizi dan trauma healing bagi anak-anak, yang digelar Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) berkolaborasi dengan Rangkul Foundation bersama Pimpinan Pusat Aisyiyah Majelis Kesehatan di desa tersebut, Minggu, 26 April 2026.

Kepala Desa Batang Ara, Amril, mengatakan banjir yang melanda beberapa bulan lalu melumpuhkan kehidupan masyarakat. Rumah hanyut, lahan perkebunan rusak, dan sumber penghasilan warga terhenti. 

“Waktu bencana kemarin kehidupan masyarakat di sini hancur. Rumah banyak yang hanyut, lumpur di mana-mana, ekonomi masyarakat pun terputus,” ujarnya. 

Menurut Amril, hingga kini kondisi ekonomi belum stabil. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit yang ikut terdampak banjir. 

“Banyak sawit yang mati, tumbang, buahnya busuk. Sampai sekarang penghasilan masyarakat belum pulih,” katanya. 

Ia menyebut, sebanyak 177 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terdampak di dua dusun. Dari jumlah itu terdapat 52 balita yang membutuhkan perhatian khusus soal asupan gizi. Bantuan pangan yang sempat mengalir pascabencana kini mulai berkurang. 

Warga pun kembali bertahan dengan makanan seadanya. “Kalau untuk gizi anak-anak, ya makan apa yang ada saja. Ikan, sayur seadanya. Susu untuk balita yang dulu sempat ada bantuan, sekarang sudah habis dan harus beli sendiri,” ucapnya. 

Tak hanya itu, sektor pendidikan juga ikut terpukul. Sejumlah anak sekolah terpaksa belajar dengan fasilitas minim setelah bangunan dan perlengkapan rusak diterjang banjir. “Anak-anak sekolah masih aktif, tapi belum ada kursi. Mereka masih duduk di lantai,” katanya. 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut