get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Bulan Pascabanjir, Kampung Serba Masih Menata Hidup

Lima Bulan Pascabanjir, Gizi Balita dan Air Bersih Jadi Masalah Mendesak di Batang Ara 

Minggu, 26 April 2026 | 16:49 WIB
header img
Relawan bersama PP ‘Aisyiyah dan YAICI membagikan bantuan sekaligus menggelar trauma healing bagi anak-anak serta edukasi gizi untuk warga di Gampong Batang Ara, Aceh Tamiang, Minggu (26/4). Foto: Ismail/inews Medan.id

Di sisi lain, Pimpinan Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. Hirfa Turrahmi, mengatakan pihaknya datang untuk mengevaluasi pola konsumsi masyarakat pascabencana, terutama bagi balita. Menurutnya, selama masa tanggap darurat, warga banyak mengonsumsi makanan instan dan minuman manis dari bantuan. 

“Jangan sampai terus-menerus mengonsumsi makanan instan. Kami mengajak ibu-ibu menyiapkan makanan sehat dan gizi seimbang untuk balita,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti masih banyaknya anggapan keliru di masyarakat terkait susu kental manis. 

“Mindset masyarakat harus diluruskan bahwa kental manis itu bukan susu dan tidak boleh dikonsumsi terus-menerus,” katanya. 

Selain edukasi soal “Isi Piringku”, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak agar tidak memicu penyakit jangka panjang. 

Menurut Hirfa, perhatian terhadap gizi balita pascabencana sangat penting untuk mencegah stunting. “Kita menyongsong Indonesia Emas 2045. Jangan sampai gizi balita pascabencana terabaikan,” ujarnya. 

Sekretaris Jenderal Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Satria Yudistira, mengatakan kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan di Desa Serba dan Pematang Durian, dan kini dilanjutkan ke Batang Ara. Selain edukasi gizi untuk ibu hamil dan ibu balita, pihaknya juga menggelar trauma healing untuk anak-anak. 

“Kami ingin anak-anak kembali ceria. Mereka perlu aktivitas yang menyenangkan setelah mengalami bencana,” katanya. 

Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak bermain sambil diberikan edukasi tentang konsumsi susu yang benar, sementara ibu-ibu mendapat pemahaman soal bahaya konsumsi berlebihan makanan instan dan susu kental manis. 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut