get app
inews
Aa Text
Read Next : Rp175 Juta Digelontorkan untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Antusias Ikuti Edukasi Gizi, Anak-Anak Pematang Durian Diajari Kental Manis Bukan Susu

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:40 WIB
header img
Anak-anak bersama relawan YAICI berfoto usai mengikuti kegiatan trauma healing dan edukasi gizi dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026 di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Kamis (5/2/2026). Foto: iNewsMedan.id

ACEH, iNewsMedan.id- Wajah-wajah kecil itu tampak cerah saat mereka duduk berderet di bawah tenda seserhana, mendengarkan arahan dengan penuh antusias. Sesekali tawa dan teriakan bahagia muncul ketika permainan dimulai, membuat suasana di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, terasa lebih hangat, Kamis (5/2/2026). Di tengah keterbatasan pasca banjir, anak-anak ini mendapat ruang untuk belajar, bermain, dan kembali merasakan perhatian, terutama soal pemenuhan gizi.

Puluhan anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama mengikuti kegiatan Penyerahan Bantuan Pasca Bencana dalam Rangka Hari Gizi Nasional 2026 yang digelar Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI). Desa Pematang Durian merupakan salah satu wilayah terisolir yang terdampak cukup parah banjir Aceh Tamiang, dengan akses pangan sehat yang masih terbatas hingga kini.

Kegiatan diawali dengan trauma healing dan permainan sederhana yang mengajak anak-anak aktif berinteraksi. Di sela aktivitas tersebut, anak-anak diberikan edukasi ringan tentang gizi, termasuk pemahaman pangan yang baik dan yang perlu dibatasi.

Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudistira, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan paket balita dan anak sekolah, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran sejak dini tentang hak anak atas gizi yang sehat.

“Sebelum pembagian bantuan, kita isi dulu dengan edukasi dan main bareng anak-anak sebagai bagian dari trauma healing. Fokusnya bagaimana anak-anak bisa mengerti bahwa mereka punya hak untuk pemenuhan gizi, apalagi di masa pasca bencana,” ujarnya.

Menurut Satria, pasca bencana akses terhadap pangan sehat kerap menjadi persoalan serius. Bantuan yang datang umumnya didominasi makanan instan, termasuk susu kental manis, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan anak.

“Kita sampaikan dengan cara yang sederhana, kental manis ini jangan sering diminum. Kekhawatiran kita, pangan tidak sehat seperti ini dikonsumsi terus-menerus bahkan setelah masa pemulihan selesai,” katanya.

Edukasi juga menyasar para orang tua. Sebab, pola konsumsi anak sangat bergantung pada kebiasaan di rumah. “Kalau anak sudah diberi pemahaman tapi orang tua tetap memberikan, pola itu akan terus berulang. Makanya orang tua juga kita libatkan,” tambahnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut