Dorong Sineas Berjiwa Entrepreneur, Kementerian Ekonomi Kreatif Gelar ‘AKTIF’ di Medan
Bootcamp AKTIF Film diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Rangkai dan Cinema Poetica, menghadirkan sesi coaching intensif membahas aspek krusial dalam rantai distribusi dan promosi film bersama praktisi profesional, yaitu:
- Barry Maheswara, Entertainment Law Practicioner Arma Law Of-Counsel, menyampaikan materi Legal Distribusi Film
- Redemptus Rangga Raditya, CEO Rangkaiid, menyampaikan materi Commercial Film Industry Ecosystem
- Irwan Junaidy, Co-founder & CCO The R&D Studio, Malaysia, menyampaikan materi IP Development & Commercialization
- Robby Wahyudi, Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif Jakarta, menyampaikan materi IP Cycle & Business Ecosystem Film
- Novi Hanabi, COO GoodWork, menyampaikan materi Film Marketing & Promotion
Sebanyak 36 peserta bootcamp AKTIF Film mengikuti rangkaian kegiatan di Medan yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peserta terpilih merupakan sineas muda yang dinilai telah memiliki kesiapan untuk memasuki ekosistem industri dan mengembangkan karya ke tahap distribusi yang lebih luas.
Delapan film terpilih AKTIF Film di Medan yaitu:
- Silogui – Jeri Oktaviandi (Sumatera Barat)
- Gurda Gurdi – Wahyu Ginting (Sumatera Utara)
- Tree in White – Jamaluddin Phonna (Aceh)
- Teman Kecilku – Immanuel Prasetya Gintings (Sumatera Utara)
- Sound of Haminjon – Cressenda Tenori Prima Lingga (Sumatera Utara)
- Di Ujung Ombak – Alfiyah Damayanti Lubis (Sumatera Utara)
- Pukerengan – Wulanda Sania Putri (Sumatera Barat)
- Anak-anak Bintang – Andi Kurnianto Purba (Sumatera Utara)
Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan menyampaikan Medan dipilih sebagai titik pelaksanaan karena potensi talenta mudanya yang luar biasa. Melalui AKTIF Film, pemerintah berkomitmen memastikan film Indonesia tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif yang nyata.
“Potensi sineas muda Indonesia luar biasa. Namun, banyak karya berhenti di tahap produksi tanpa sempat bertemu dengan penontonnya. AKTIF menjembatani gap tersebut dengan materi praktis dari profesional industri serta peluang distribusi dan promosi nyata di forum market nasional dan internasional,” jelasnya.
Melalui AKTIF, Kementerian Ekraf menargetkan lahirnya sineas profesional yang tidak hanya unggul secara story dan artistik, tetapi juga memahami aspek distribusi dan promosi IP Film sebagai penentu keberlanjutan karya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat subsektor film sebagai pilar ekonomi kreatif yang berdaya saing, inklusif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi daerah.
Editor: Chris