Kick-Off Berburu Lailatul Qadar Dimulai Malam Ini, Jaga Semangat Jangan Kasih Kendur
MEDAN, iNewsMedan.id - Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 2026, umat Muslim kembali merapatkan barisan, menandai dimulainya ibadah itikaf sebagai bentuk ikhtiar menjemput malam Lailatul Qadar.
Umat Muslim kembali merapatkan barisan, menandai dimulainya ibadah itikaf sebagai bentuk ikhtiar menjemput malam Lailatul Qadar.
Geliat ibadah ini sudah terasa sejak selepas waktu Isya. Jamaah dari berbagai penjuru daerah datang membawa "bekal perjuangan" mereka; mulai dari tas berisi perlengkapan ibadah, kain sarung tambahan, hingga kasur lipat dan selimut.
Mereka bersiap untuk menetap, memindahkan pusat aktivitas hidup mereka ke dalam rumah Allah selama sepuluh hari ke depan.
Itikaf di malam pertama ini atau malam 21 Ramadhan menjadi momentum krusial. Masjid-masjid tidak hanya diisi oleh ritual shalat fardhu dan tarawih, tetapi juga riuh rendah suara tadarus Alquran yang saling bersahutan.
Saat sepertiga malam tiba, kesunyian pecah oleh lantunan doa dalam shalat Tahajud berjamaah. Di sinilah letak kekuatannya: ribuan orang bersimpuh dengan harapan yang sama, memohon ampunan di malam yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan.
Namun, itikaf bukan sekadar soal bermalam di masjid. Esensinya adalah isolasi diri dari hiruk-pikuk duniawi untuk fokus pada dimensi spiritual. Persiapan logistik seperti makanan sahur dan vitamin memang penting, tetapi kesiapan hati untuk tetap istiqamah hingga malam terakhir adalah tantangan sesungguhnya. Jangan sampai semangat ini hanya berkobar di malam ke-21, lalu meredup sebelum garis finis Ramadhan tiba.
Malam pertama itikaf adalah undangan bagi setiap jiwa yang rindu akan ketenangan. Di bawah kubah masjid yang megah, dalam balutan udara malam yang dingin, setiap sujud menjadi saksi bisu bagi mereka yang tak lelah mengetuk pintu langit demi meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta