TB Hasanuddin Pertanyakan Telegram Siaga 1 Panglima TNI yang Bocor ke Publik
Purnawirawan jenderal TNI ini juga mempertanyakan dampak psikologis bagi masyarakat akibat tersebarnya informasi internal tersebut. Ia menilai pengumuman yang bersifat terbuka justru memicu keresahan yang tidak perlu di tengah situasi global yang sedang memanas.
"Nah, itu saya pertanyakan. Satu, sifatnya internal, kenapa kok rakyat diberitahu? Jadi terbuka. Jadi orang bertanya-tanya. 'Oh ini mau ada apa ini-ini' karena situasi di Timur Tengah ini, rakyat menjadi gelisah, rakyat menjadi resah. Ngapain?" tuturnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa instruksi tersebut seharusnya tetap berada di lingkup terbatas militer demi menjaga stabilitas nasional.
"Yang kedua rahasia. Ya hanya untuk kepentingan-kepentingan di dalam intern TNI saja, kenapa kok harus sampai ke luar? Begitu ya," pungkasnya.
Berdasarkan Telegram Nomor TR/283/2026, Panglima TNI memerintahkan jajaran TNI siaga 1. Telegram yang ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada Minggu 1 Maret 2026 ini berisi tujuh instruksi penting bagi TNI.
Pertama: Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta